top
logo


feed-image Feed Entries
Home Berita Bengkulu Berita Nasional Ketua KY Minta Objektivitas Hakim Kasus Syarifuddin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/4
 
PDF Print E-mail
Kamis, 09 Februari 2012 09:30

Ketua KY Minta Objektivitas Hakim Kasus Syarifuddin

Suaramerdeka.com - Ketua Komisi Yudisial (KY), Imam Anshari Saleh menuturkan, majelis hakim yang mengadili kasus hakim nonaktif PN Jakarta Pusat, Syarifuddin harus bersikap objektif meskipun yang diperiksa adalah koleganya sendiri. Sebelumnya, Syarifuddin dituntut jaksa dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Hakim harus bisa bersikap objektif, jangan memandang tengah memeriksa siapa. Selain itu, hakim harus mampu mempertimbangkan segala fakta persidangan yang terungkap. Termasuk hal yang memberatkan maupun meringankan dalam diri terdakwa," katanya, Kamis (9/2).

Selain itu, dia meminta agar jangan sampai ada ketimpangan yang terlalu jauh antara putusan Syarifuddin dengan terdakwa lainnya, Puguh Wirawan, yang juga terjerat dalam kasus yang sama dan divonis tiga tahun enam bulan penjara. "Supaya jangan terjadi disparitas yang jomplang sekali," tegas Imam.

Penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut hakim nonaktif, Syarifuddin, selama 20 tahun penjara. Syarifuddin dianggap terbukti telah menerima suap dari kurator Puguh Wirawan sebesar Rp 250 juta dan merusak citra korps hakim.

Bukan hanya tuntutan hukuman badan saja yang diminta oleh jaksa. Syarifuddin juga dituntut membayar uang denda sebesar Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Syarifuddin telah melanggar pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Korupsi.

Jaksa membeberkan berbagai hal yang memberatkan dalam diri Syarifuddin. Tidak ada satu pun pertimbangan dari jaksa yang dianggap bisa meringankan hukuman Syarifuddin.

Sumber : suaramerdeka.com

 

Add comment


Security code
Refresh

Polls

Apakah Bengkulu sudah siap dijadikan sebagai pusat tujuan wisata akhir pekan?
 

bottom
top
Banner

bottom

Powered by Lianni Komputer. Bengkulu IT Community (c) 2014